Sunday, August 06, 2006

Hutan Mangrove Minimalkan Efek Tsunami

http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=259716&kat_id=23

Hutan mangrove Minimalkan Efek Tsunami

Jakarta-RoL-- Ancaman gelombang tsunami bagi masyarakat pesisir dapat diminimalisir dengan penanaman kembali dan rehabilitasi hutan mangrove yang rapat sehingga tingkat kerusakan di lahan pemukiman dapat ditekan, kata pejabat Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta.
"Belajar dari kasus tsunami di Nangroe Aceh Darussalam, tingkat kerusakan akibat gelombang tsunami jauh lebih rendah di kawasan yang hutan mangrovenya tebal," kata Humas dan Perencanaan Program, Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta, Departemen Kehutanan, Wulan Pane, di Jakarta, Ahad.
Ia mengatakan, ketebalan mangrove sekitar 1.200 meter dapat mengurangi gelombang tsunami sekitar dua kilometer ke daratan. Selain itu efek tsunami semakin pendek ke daratan pada lahan pesisir dengan kebun ekstensif dan tanaman yang padat.
Oleh karena itu, pihaknya pada 2006 bersama masyarakat di pesisir Pulau Rambut, Muara Angke, Angke Kapuk, dan Pulau Bogor merehabilitasi dan membangun vegetasi perlindungan pantai dengan penanaman mangrove dalam radius minimal sejauh 200 meter dari garis pantai ke arah belakang.
"Tinggi vegetasi antara 10 sampai 15 meter," katanya.
Ia mengatakan, kawasan pesisir sebagai wilayah rawan tsunami mutlak dijadikan zona konservasi yang diarahkan pada pemeliharaan ekosistem padang lamun, terumbu karang, dan mangrove.
Menurut dia, hutan mangrove yang biasanya didominasi tanaman bakau, palem, liana, epifit, dan sikas dapat juga menahan abrasi pantai atau pengikisan daerah pantai akibat gerusan gelombang laut dan juga sebagai tempat memijah ikan konsumsi, misalnya bandeng.
"Fungsi mangrove di sini sebagai peredam gelombang dan angin badai, pelindung abrasi, menahan lumpur dan perangkap sedimen agar tidak longsor," katanya.
Sampai saat ini telah tertanam kembali ekosistem hutan mangrove seluas 40 hektar dari 99,82 hektar total luas kawasan di Pulau Rambut.
Ia mengatakan, sekitar 100.000 pohon mangrove telah tertanam dan tumbuh dengan baik di kawasan itu.
Tingkat keberhasilan penanaman mangrove ditentukan kecocokan lahan dan jenis tanaman. "Jadi sebelumnya harus dilakukan evaluasi lahan untuk mengetahui kesesuaiannya dengan jenis tanaman karena jenis pohon mangrove ada 89 varietas," katanya. antara/pur


-->

1 Comments:

At 6:25 AM, Blogger dhewi said...

allow... salam kenal aku pingin belajar ttg gempa ne... so please share to me.. about that yah...

 

Post a Comment

<< Home